ZIARAH MAKAM AULIYA’ SEBAGAI BAGIAN DARI MENGINGAT PERJUANGAN DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA
ZIARAH MAKAM AULIYA’ SEBAGAI BAGIAN DARI MENGINGAT PERJUANGAN DAKWAH ISLAM DI NUSANTARA
MTs Hidayatus Sholihin Desa Turus Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.
Il Corvo Memento Mori_
“Ziarah kubur disunnahkan secara umum dengan tujuan untuk mengingat (kematian) dan mengambil pelajaran, dan menziarahi kuburan orang-orang shalih disunnahkan dengan tujuan untuk tabarruk (mendapatkan barakah) serta pelajaran.”
(Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulum ad-Dien, juz 4, hal: 521)

Banner Kegiatan Zamaliya’
MTs Hidayatus Sholihin Tahun 2024
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)
Kediri – Ziarah Makam Auliya’ atau biasa disingkat ZAMALIYA’ merupakan program wisata religi yang menjadi program tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan MTs Hidayatus Sholihin. Tujuan dari program ini adalah mengenang kembali perjuangan para masyayikh, ulama, dan waliyullah dalam menyebarkan agama islam di bumi Jawa. Pada tahun ini, kegiatan Zamaliya’ dilaksanakan pada hari Rabu-Kamis, tanggal 25-26 September 2024.

Kelompok Rombongan Putri Zamaliya’
MTs Hidayatus Sholihin Tahun 2024
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)

Kelompok Rombongan Putra Zamaliya’
MTs Hidayatus Sholihin Tahun 2024
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)
Kegiatan Zamaliya’ dilaksanakan untuk mengingatkan kepada siswa-siswi tentang empat macam motivasi yang harus dimiliki dan diimplementasikan salah satunya dalam kehidupan nyata, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten dalam kitabnya Nashâihul ‘Ibâd bahwa: Pertama, ziarah kubur dengan tujuan untuk mengingat mati dan akhirat; Kedua, ziarah kubur dengan tujuan untuk mendoakan orang yang ada di dalam kuburan; Ketiga, ziarah kubur dengan motivasi untuk tabarruk atau mendapatkan keberkahan; dan Keempat, ziarah kubur dengan motivasi untuk memenuhi hak ahli kubur yang diziarahi.

Suasana Pembacaan Tahlil dan Do’a Bersama
di Makam Auliya’
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)
Kegiatan Zamaliya’ diikuti oleh siswa-siswi kelas IX MTs Hidayatus Sholihin yang sebentar lagi akan melanjutkan ke jenjang SMA/SMK sederajat dengan didampingi oleh dewan guru yang bertugas. Harapannya setelah selesai dalam menimba ilmu MTs Hidayatus Sholihin, siswa-siswi untuk tetap membiasakan diri untuk melakukan kegiatan seperti ini dengan kesadaran diri pribadi sepenuhnya. Beberapa daftar tempat-tempat yang menjadi destinasi religi pada tahun 2024 ini adalah: a) Makam Pendiri Yayasan Hidayatus Sholihin, K.H Ahmad Hafidz Wa Dzurriyatih di Desa Turus Besole Gurah Kediri, b) Makam K.H Abdul Karim Wa Dzurriyatih di Lirboyo, c) Makam Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari Wa Dzurriyatih di Tebuireng Jombang, d) Makam Syech Sulaiman di Mojoagung, e) Makam Syech Jumadil Kubro di Mojokerto, f) Makam Syech Kholil Bangkalan di Madura, g) Makam Sunan Ampel di Surabaya, h) Makam Syech Maulana Ishaq di Lamongan, i) Makam Sunan Drajat di Lamongan, i) Makam Syech Ibrahim As-samarqandi di Lamongan, dan dilanjutkan kembali ke madrasah.

Suasana Pembacaan Tahlil dan Do’a Bersama
di Makam Auliya’
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)
Pada prosesnya, Zamaliya’ tidak hanya berziarah ke makam para auliya’, namun siswa dan siswi MTs Hidayatus Sholihin didampingi oleh dewan guru yang terlibat bersama-sama melakukan tahlil dan doa bersama-sama dengan harapan mendapatkan barokah dari shahibul maqbaroh serta mengambil hikmah pelajaran atau uswah-uswah tentang ingatan pada syiar islam di Nusantara, dan tentunya akhlak dan mempraktikkan akhlak dan adab berziarah sesuai dengan yang selama ini diajarkan di dalam kelas. Kegiatan ini tidak berhenti pada kegiatan ziarah saja, namun siswa-dan siswi dibuatkan kelompok untuk membuat tugas ilmiah berupa mini makalah yang memuat tentang sejarah dari para auliya’ yang diziarahi dengan melampirkan foto dokumentasi dari kegiatan ziarah yang telah dilakukan. Diharapkan siswa dapat mengetahui, mengenal, dan meneladani perjuangan para auliya’ dan dapat mengambil peranan sebagai generasi muda yang meneruskan syiar islam dengan tetap disesuaikan dengan konteks zaman yang relevan dengan kehidupan era mereka saat ini. /

















