Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
blog-img-10

Posted by : Administrator

PSIKOEDUKASI DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA RAHMATAN LIL’ALAMIIN (P5RA)

PSIKOEDUKASI DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA RAHMATAN LIL’ALAMIIN (P5RA)

MTs Hidayatus Sholihin Desa Turus Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Banner Psikoedukasi dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Rahmatan Lil’alamiin di MTs Hidayatus Sholihin

(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)

Kediri – Projek Kurikulum Merdeka meluncurkan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) seperti yang dijelaskan dalam Kemendikbudristek No. 56/M/2022, P5 merupakan kegiatan kurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Pelaksanaan P5 di MTs Hidayatus Sholihin harus sesuai dengan panduan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada madrasah, sehingga dalam penerapannya menjadi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil Alamin (P5-PPRA) atau banyak digunakan singkatan P5RA pada beberapa madrasah. Salah satu pelaksanaan P5RA di Madrasah Tsanawiyah Hidayatus Sholihin pada tahun ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 Juni 2024, bertempat di Aula MTs Hidayatus Sholihin, dengan pemateri utamanya adalah Ibu Nita Yuli Purwanti, M.Psi., Psikolog., CH, CHt., dengan mengambil tema besar Psikoedukasi tentang “Stop Bullying! Mari Lebih Peduli Kepada Sesama” yang bertujuan meningkatkan peran sosial dari siswa dalam menjaga nilai-nilai dari Pancasila sebagai bagian dari ideologi bangsa.

Ibu Nina Hidayanti, SE memberikan sambutan dalam kegiatan P5RA

(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)

Acara pembukaan dimulai dengan sambutan dari Kepala Madrasah Ibu Nina Hidayanti, SE., dengan menyampaikan selamat datang kepada pemateri serta berpesan kepada lebih dari 300 siswa yang hadir untuk menyimak dan memahami setiap materi yang nantinya disampaikan dengan tujuan direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan sosialnya.

Proses penyampaian materi oleh Ibu Nita Yuli Purwanti, M.Psi., Psikolog., CH, CHt.,

di hadapan siswa-siswi MTs Hidayatus Sholihin

(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)

Dilanjutkan dengan pemberian materi psikoedukasi yang di dalamnya Ibu Nita selaku pemateri menjelaskan tentang apa itu perundungan/bullying, bagaimana bentuk-bentuk bullying di dunia nyata dan dunia maya, dampak-dampak yang diakibatkan dari bullying, penyebab dari bullying, cara mencegah bullying, hingga pemberian sanksi-sanksi kepada pelaku bullying. Beliau menjelaskan secara mendetail dan tetap menyenangkan dengan melibatkan para audiens yang terdiri dari siswa-siswi MTs Hidayatus Sholihin untuk terlibat dalam proses penyampaian materi tersebut sekaligus tentunya membuka sesi tanya jawab agar mendorong siswa merefleksikan pemahamannya pada materi dengan realitas yang terdapat di sekelilingnya.

Proses pelibatan siswa dalam merefleksikan materi psikoedukasi

dengan kenyataan di sekelilingnya.

(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)

Kegiatan P5RA dengan tema besar Psikoedukasi tentang “Stop Bullying! Mari Lebih Peduli Kepada Sesama” diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi anak didik agar terlibat aktif secara sosial dan mental dalam mencegah dan berani untuk mengatakan tidak kepada setiap perundungan yang ditemukannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentunya disesuaikan dengan tujuan diadakannya kegiatan P5RA agar siswa memiliki kriteria-kriteria dari Pelajar Pancasila yaitu Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; Berkebhinekaan global; Bergotong royong; Mandiri; Bernalar kritis; dan tentunya kreatif.

Sesi foto bersama Pemateri bersama Kepala Madrasah dan guru pendamping kegiatan P5RA

beserta para siswa MTs Hidayatus Sholihin

(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)

Kegiatan P5RA diakhiri dengan pengisian lembar post-test yang telah disediakan untuk mengukur sejauh mana para siswa memahami materi yang disampaikan dan terdiri dari instrument pertanyaan tentang pengetahuan (understand aspect) dan perasaan (comfortable aspect) baik tentang sikap serta hal yang dirasakan sebagai individu sekaligus Pelajar Pancasila apabila menemui kasus bullying di sekolah dan menyerap aspirasi-aspirasi siswa tentang hal-hal yang diperlukan oleh pihak madrasah dalam upaya pencegahan terjadinya kasus bullying di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Hidayatus Sholihin. /

1
  • PPDB