REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA RAHMATAN LIL’ALAMIIN (P5RA) PADA HARI SANTRI NASIONAL 2024
REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA RAHMATAN LIL’ALAMIIN (P5RA) PADA HARI SANTRI NASIONAL 2024
MTs Hidayatus Sholihin Desa Turus Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri.

Banner Kirab Hari Santri Nasional Bertemakan Kearifan Lokal
dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Rahmatan Lil’alamiin di MTs Hidayatus Sholihin
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)
Kediri – Gelar Karya P5RA merupakan salah satu kegiatan dari Implementasi Kurikulum Merdeka. Pada Gelar Karya untuk tema yang keempat di Tahun Pelajaran 2023/2024, di MTs Hidayatus Sholihin yang dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 20 Oktober 2024. Tujuan diterapkannya P5RA, yaitu agar dapat mendampingi siswa-siswi dalam menjalankan Kurikulum Merdeka dengan harapan menghasilkan sebuah inovasi dan kreativitas yang lebih baik dari kurikulum sebelumnya.

Pelaksanaan Kirab Kearifan Lokal P5RA
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)

Pelaksanaan Kirab Kearifan Lokal P5RA
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)
Adapun tema kegiatan P5RA, yaitu kearifan local dari kreativitas yang merepresentasikan kedaerahan yang dibuat berkelompok. Siswa-siswi sangat bersemangat dan senang menyikapi adanya pelaksanaan P5RA tersebut. Siswa-siswi diajak untuk mengetahui tentang keberagaman kekayaan kearifan lokal pakaian adat dari daerah yang berbeda-beda dan sudah diwariskan secara turun-temurun. Selain, itu juga menunjukkan kearifan lokal nilai-nilai kesederhanaan santri dalam bermasyarakat.

Pelaksanaan Kirab Kearifan Lokal P5RA
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)
Kepala MTs Hidayatus Sholihin, Ibu Nina Hidayanti, SE., menegaskan kepada siswa-siswi bahwa merekalah faktor utama dari kegiatan ini. “Jadi, pada prinsipnya, siswa dalam Kurikulum Merdeka (P5RA) adalah pelaksana utama yang mana guru menjadi pendamping sekaligus fasilitator dari segala kreativitas yang mungkin diperlukan dalam mengimprovisasi ide-ide dan nilai-nilai yang hendak direalisasikan. Pendidik memberi kesempatan pada siswa untuk belajar mengeksplorasi ide-idenya sesuai kondisi dan kemampuannya.

Pelaksanaan Kirab Kearifan Lokal P5RA
(Dok. MTs Hidayatus Sholihin, 2024)
Gelar Karya P5RA juga merupakan implementasi atas ide-ide atau inovasi yang telah dikembangkan oleh peserta didik sesuai dengan karya yang dikreasikan oleh kelompoknya masing-masing. Pewujudan P5RA dengan konsep kirab Hari Santri Nasional bertemakan “Kearifan Lokal” tersebut diharapkan dapat menciptakan individu-individu yang lebih peduli kepada lingkungan dengan mempelajari budaya lokal dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerahnya
Tujuan ideologisnya dari kegiatan Gelar Karya P5RA yang dilaksanakan bersamaan dengan Hari Santri Nasional tersebut tentunya agar siswa dapat memiliki kriteria sebagai Pelajar Pancasila yang Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; Berkebhinekaan global; Bergotong royong; Mandiri; Bernalar kritis; dan tentunya kreatif. Hal tersebut perlu dibangun dengan pemahaman-pemahaman bahwa budaya dan tradisi di Nusantara sangatlah beragam, sebagai Pelajar Pancasila harus mengetahuinya sebagai bentuk menghormati dan menghargai perbedaan; dan tentunya tanpa mendiskriminasikan kebudayaan lain maupun agama lain sebagai bentuk upaya mendukung program moderasi beragama yang saat ini masih digaungkan oleh Kementerian Agama.

















